Rasa 1

Aku benci caraku mencintaimu. Tanpa jeda, tanpa nafas, dan juga tanpa logika. Bahkan hembusan angin tanpa disadari juga memiliki jedanya sendiri.

Angin. Apa yang kalian ketahui tentang angin ? Aliran udara dalam jumlah yang besar diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Sama halnya dengan cinta. Cinta selalu memiliki jumlah yang besar dan juga dikarenakan aku dan kamu memiliki frekuensi yang berbeda dimana kita memiliki tekanan untuk saling melengkapi satu sama lain. 

Tak peduli siapa teman angin. Entah itu badai maupun petir. Hati tetap saja mencinta pada orang yang sama. Padahal, aku tidak tahu hatimu milik siapa. 

Angin selalu datang tidak tentu arah. Selalu datang dan pergi begitu saja tanpa terlihat. Tak ada yang bisa menghentikan angin. Karena angin hanya selalu bertigkah semaunya saja. Egois memang. Mencintai orang seperti angin ? Aku harus siap-siap menerima semua resiko yang diterpa dari kencangnya hembusan angin. Mungkin, bisa saja aku terdorong olehya kedalam jurang yang dalam.

Bayangkan saja, jika aku menjadi daun yang sangat kering di salah satu pepohonan tiba-tiba angin datang meniupku lebih kencang dan akhirnya aku jatuh berguguran. Hanya tertiup angin saja aku bisa jatuh berguguran dan aku bisa hancur karenanya. Rapuh, ya aku memang terlihat rapuh untuknya. Tapi yang aku tahu, daun tak pernah membenci sang angin ketika ia jatuh berguguran. Sama halnya denganku yang tak pernah membencinya ketika aku hancur karenanya.




Komentar

  1. Balasan
    1. siapapun kamu, aku akan selalu jaga kesehatan begitu juga kamu :")))))) lv

      Hapus
  2. Daunn tidak akan pernah membenci angin mbak ca:")

    BalasHapus

Posting Komentar